Sabtu, 26 November 2016

PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU, SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK

Dwi Cahyadi Wibowo, Didin Syafruddin
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Jl. Pertamina-Sengkuang, Sintang
Email: dwicahyadiwibowo@yahoo.co.id

Abstract: The background of the implementation of community service is done for the teachers who have been long enough not to get information that is current, teachers in this district too busy with his work, and the lack of development activities Human Resources (HR) makes teachers become lack of information that needs to be done academic refresher. Science and technology for society is expected to increase teachers' knowledge about the implementation of holistic learning and integration with a thematic approach according to the characteristics of elementary school children. In addition, teachers are expected to know how the implementation of learning that has developed today which requires the teacher-oriented learning implementation that uses a scientific approach and apply authentic assessment. Implementation Stages implemented (1) granting extension to extension methods of integrated thematic learning, scientific and authentic assessment include: lectures, discussion and debate. (2) technical guidance on integrated thematic learning, scientific and authentic assessment. Based on the results of community service carried out in the village of Sungai Sambang, it can be concluded that the implementation of community service activities on teachers in Sungai Sambang included in the excellent category for the implementation of community service activities have achieved a response by 81.81% in the category very good.

Keywords: Integrated Approach to Learning Tematik, Scientific, Authentic Assessment

Abstrak: Latar belakang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan karena guru-guru yang telah cukup lama tidak mendapatkan informasi-informasi yang terkini, guru-guru di kecamatan ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dan kurangnya kegiatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) membuat guru-guru menjadi minim informasi sehingga perlu dilakukan penyegaran akademik. Iptek bagi masyarakat tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan guru tentang pelaksanaan pembelajaran secara holistik dan keterpaduan dengan pendekatan tematik sesuai karakteristik anak SD. Selain itu, diharapkan guru-guru mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang telah mengalami perkembangan saat ini yang mengharuskan guru berorientasi pada pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dan mengaplikasikan penilaian yang autentik. Tahapan-Tahapan Pelaksanaan yang dilaksanakan (1) Pemberian penyuluhan dengan metode penyuluhan pembelajaran tematik terpadu, saintifik dan penilaian autentik ini meliputi : ceramah, tanya jawab dan diskusi. (2) Bimbingan teknis tentang pembelajaran tematik terpadu, saintifik dan penilaian autentik. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sungai Sambang, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada guru-guru di Desa Sungai Sambang termasuk dalam kategori sangat baik karena pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah mencapai respon sebesar 81.81 % masuk dalam kategori sangat baik.

Kata Kunci: Pendekatan Pembelajaran Tematik Terpadu, Saintifik, Penilaian Autentik

Rabu, 23 November 2016

Pengertian dan Manfaat Multimedia Pembelajaran

A. Pengertian Multimedia Pembelajaran
Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain-lain.

Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktifitas belajar adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur‐unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa. Dari uraian di atas, apabila kedua konsep tersebut kita gabungkan maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang piliran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.

B. Manfaat Multimedia Pembelajaran
Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Manfaat di atas akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran, yaitu:

1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dan lain-lain.
2. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dan lain-lain.
3. Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dll.
4. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dan lain-lain.
5. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dan lain-lain.
6. Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.


Pesan sekarang juga CD Multimedia Pembelajaran Interaktif dengan menghubungi saya !!!