Translate

Senin, 26 September 2016

Pentingnya kerjasama

Bentuk kerjasama dapat dijumpai pada semua kelompok orang dan usia. Sejak masa kanak-kanak, kebiasaan bekerjasama sudah diajarkan di dalam kehidupan keluarga dan kerabat. Setelah dewasa, ia akan mengembangkan kerjasama dengan orang lain untuk kelangsungan hidupnya. Ketika itu, bekerjasama tidak cukup didasarkan pada asas kekeluargaan dan atau kepercayaan semata, tetapi semakin kompleks karena menuntut sejumlah persyaratan keahlian tertentu dari masing-masing anggota kerjasama. Jika tidak memiliki keahlian tertentu maka ia tidak dapat menjalin kerjasama dengan sesamanya. Selain keahlian, juga mensyaratkan suasana pergaulan yang menyenangkan, sistem pembagian kerja dan balas jasa yang diterimanya secara adil dan disepakati.
Kerjasama yang terjalin dalam kelompok tradisional, akan bertambah kuat apabila ada bahaya dari luar yang mengancam dan menyinggung kesetiaan kelompok. Mereka akan bersikap agresif jika dalam jangka waktu lama mengalami kekecewaan yang ditimbulkan oleh adanya rintangan yang bersumber dari luar kelompoknya. Bahkan akan semakin tajam jika kelompok tersebut merasa tersinggung atau dirugikan oleh kelompok lainnya. Dalam batas tertentu, perlawanan yang bersifat kelompok ada baiknya yaitu untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, seringkali keadaannya bersifat kontra-produktif, di mana anggota kelompok kurang berinisiatif dan kurang daya kreasinya oleh karena orang perorangan terlalu mengandalkan pada bantuan dari rekan sekelompoknya.
Dari sudut sosiologis, pelaksanaan kerjasama antar kelompok masyarakat ada tiga bentuk (Soekanto, 1986; 60 – 63) yaitu: (a) bargaining yaitu kerjasama antar orang perorang dan atau antar kelompok untuk mencapai tujuan tertentu dengan suatu perjanjian saling menukar barang, jasa, kekuasaan, atau jabatan tertentu, (b) cooptation yaitu kerjasama dengan cara rela menerima unsur-unsur baru dari pihak lain dalam organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan stabilitas organisasi, dan (c) coalition yaitu kerjasama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Di antara oganisasi yang berkoalisi memiliki batas-batas tertentu dalam kerjasama sehingga jati diri dari masing-masing organisasi yang berkoalisi masih ada. Bentuk-bentuk kerjasama di atas lebih cenderung politis daripada sebuah makna yang membangun tim kerja dalam organisasi.
Selain pandangan sosiologis, kerjasama dapat pula dilihat dari sudut manajemen yaitu dimaknai dengan istilah collaboration. Makna ini sering digunakan dalam terminologi manajemen pemberdayaan staf yaitu satu kerjasama antara manajer dengan staf dalam mengelola organisasi. Dalam manajemen pemberdayaan, staf bukan dianggap sebagai bawahan tetapi dianggap mitra kerja dalam usaha organisasi (Stewart, 1998; 88). Implikasinya, jika semua staf dipandang mitra maka mereka dapat mengambil inisiatif untuk melakukan rapat kerja dan memimpinnya. Walaupun demikian, tentu saja masih diperlukan koordinasi.
Kerjasama (collaboration) dalam pandangan Stewart merupakan bagian dari kecakapan ”manajemen baru” yang belum nampak pada manajemen tradisional. Dalam manajemen tradisional terdapat tujuh kecakapan manajerial yaitu merencanakan (planning), mengkomunikasikan (communicating), mengkoordinasikan (co-ordinating), memotivasi (motivating), mengendalikan (controlling), mengarahkan (directing), dan memimpin (leading).
Tentunya tidak dapat dipungkiri bahwa kecakapan-kecakapan di atas seperti merencanakan, mengkomunikasikan, mengkoordinasikan, dan memotivasi perlu dikuasai oleh seorang manajer. Namun demikian, untuk kecakapan yang ketiga terakhir yaitu mengendalikan, mengarahkan, dan memimpin dianggap ”sudah tidak efektif lagi”. Menurut Stewart perlu seperangkat kecakapan baru yang perlu dikuasai oleh manajer era baru yaitu harus mampu membuat mampu (enabling), memperlancar (facilitating), berkonsultasi (consulting), bekerjasama (collaborating), membimbing (mentoring), dan mendukung (supporting).
Dalam bersosialisasi dan berorganisasi, bekerjasama memiliki kedudukan yang sentral karena esensi dari kehidupan sosial dan berorganisasi adalah kesepakatan bekerjasama. Tidak ada organisasi tanpa ada interaksi sosial kerjasama. Bahkan dalam pemberdayaan organisasi, kerjasama adalah tujuan akhir dari setiap program pemberdayaan. Manajer akan ditakar keberhasilannya dari seberapa mampu ia menciptakan kerjasama di dalam organisasi (intern), dan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak di luar organisasi (ekstern).
Fungsi bekerjasama dalam sebuah organisasi merupakan perekat antar anggota organisasi dan untuk menyatukan arah kepada tujuan organisasi. Berikut ini adalah peranan kerjasama dalam organisasi:
Kerjasama pada saat pembagian kerja (division of work). Pembagian kerja atau penempatan karyawan, secara normatif harus menggunakan prinsip the right man in the right place dan rasional/objektif. Pada prosesnya perlu menjalin kerjasama untuk saling berbagi tugas dalam menjalankan organisasi.
Kerjasama dalam merumuskan wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility). Dalam tugas pekerjaannya, setiap staf dilengkapi oleh wewenang dalam melakukan pekerjaan tertentu dan setiap wewenang itu melekat suatu pertanggungjawaban. Agar staf dapat menjalankan kewenangan dan memenuhi tanggungjawabnya, perlu diberi peluang untuk saling bekerjasama antar sesama staf dan antara dirinya dengan manajer terkait.
Kerjasama dalam pembinaan kesatuan perintah (unity of command) dan pengarahan (unity of direction). Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan yang benar akan memperhatikan prinsip kesatuan perintah pada bidangnya sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan juga harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab. Perintah yang datang dari manajer bagian yang lain kepada seorang karyawan akan merusak jalannya wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja. Untuk memastikan adanya kesatuan perintah, perlu dijalin komunikasi dan kerjasama. Dalam pelaksanaan kerja, bisa saja terjadi adanya dua perintah yang bertentangan. Untuk keserasian perintah, sekali lagi diperlukan komunikasi, konsensus, dan kerjasama.
Kerjasama dibina untuk menjaga ketertiban (order) organisasi. Ketertiban dalam organisasi dapat terlaksana dengan aturan yang ketat atau dapat pula karena telah terciptanya budaya kerja yang sangat kuat. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi dari masing-masing anggota organisasi. Jika ada salah seorang anggota organisasi tidak disiplin, seringkali kita memintanya untuk meningkatkan kerjasamanya agar budaya organisasi dapat tertib kembali.
Kerjasama dibina untuk menjaga semangat kesatuan (semangat korp). Setiap staf harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan semangat kerjasama yang baik. Semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan sangat berarti bagi karyawan lain. Setiap bagian dibutuhkan oleh bagian lainnya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksakan kehendak dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp(perpecahan dalam korp).
Setelah kita memahami tentang kedudukan dan fungsi bekerjasama dalam sebuah organisasi, kita dapat menarik pemahaman bahwa kerjasama memiliki kedudukan yang sangat penting. Setiap organisasi, sekecil apapun, akan mengandalkan aspek kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Bahkan secara tegas disebutkan bahwa tidak ada organisasi tanpa ada kerjasama. Chester I. Barnard dalam bukunya The Executive Functionsmengemukakan bahwa organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih (Djatmiko, 2002; 1). James D. Mooney juga berpendapat bahwa organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama.

Minggu, 25 September 2016

8 Cara Mendongkrak Penghasilan Bulanan

Berikut adalah cara instan meningkatkan penghasilan Anda:

1. Cari Dana untuk Penemuan Anda

Beberapa tahun terakhir, para pencipta senantiasa membutuhkan bank atau lembaga keuangan untuk merealisasikan ide dan menawarkannya di pasar. Namun kini banyak situs internet yang bisa membawa teman bahkan orang yang tak Anda kenal untuk menyumbangkan uang bagi proyek yang sedang dikembangkan.

Hal ini sudah lazim menjadi alternatid pendanaan bagi para penemu di Amerika Serikat (AS). Ambil contoh situs Kickstarter.com yang telah sukses menggalang pendanaan untuk 30 ribu proyek sejak diluncurkan perdana pada 2009.

Untuk bisa memperoleh bantuan penggalangan dana ini, Anda cukup membuat sebuah akun di situs tersebut, menggambarkan sedikit proyek yang tengah digarap, serta menawarkan imbal hasil bagi para pendonor.

2. Pekerjaan Sampingan

Pada tahun 2011 lalu, sekitar 3,6 juta penduduk AS diketahui memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan mereka. Disamping mendapat tambahan uang, pekerjaan sampingan juga bisa membantu Anda mengembangkan potensi karir atu mempelajari keahlian yang dibutuhkan pada pekerjaan utama Anda.

3. Berbagi Rumah

Salah satu cara untuk mengurangi beban sewa rumah adalah dengan mengajak penyewa lain tinggal bersama. Data sensus AS menunjukan, lebih dari 6,2 juta orang dewasa AS tinggal dengan orang yang tak ada hubungan keluarga. Jumlah ini meningkat dari posisi 5,7 juta orang pada 2007.

Sebelum memutuskan berbagi rumah, pastikan Anda bisa telah menghitung beban pajak penghasilan yang nantinya dipenuhi dari biaya sewa, tarif listrik, serta biaya perawatan. Pastikan teman penyewa Anda memahami aturan bersama dalam tempat tinggal.

4. Ubah Hobi menjadi Pundi Uang

Di AS terdapat situs khusus kerajinan sepert Etsy dan ArtFire yang tak hanya disediakan untuk para artis, tapi juga bagi masyarakat awam yang ingin menawarkan berbagai produk mulai dari furnitur hingga tas.

Banyak contoh bagaimana sebuah hobi bisa mendatangkan tambahan penghasilan untuk Anda. Jika Anda mahir menggunakan kamera, tak ada salahnya mulai menawarkan jasa pemotretan ke sejumlah organisasi atau pembuatan kartu nama.

Contoh lain diungkapkan Web Strategist Scot McIntosh yang berhasil mendapat tambahan uang dengan menjual karya tulisan lewat e-Book.

5. Menciptakan aplikasi

Dengan makin beragamnya sistem operasional telepon genggam seperti Android, iPhone, dan Windows Mobile, terbuka peluang untuk Anda menciptakan aplikasi sekaligus menjualnya untuk menambah pemasukan.

Untuk bisa menciptakan aplikasi, perusahaan seperti Google bahkan telah mempermudah proses belajar dengan mendirikan App Inventor yang bekerjasama dengan universitas terkenal AS, MIT. Sumber referensi lain untuk menciptakan aplikasi HP juga bisa diperoleh dari iPhone Application Development for Dummies atau Android Application Development for Dummies.

6. Cari untung dari Video

Tak perlu menjadi profesional untuk bisa mendapat tambahan penghasilan dari pembuatan video. Hal inilah yang dirasakan Wayne Perry ketika tanpa tujuan apapun mengunduh video rekamannya dalam situs Youtube. Dengan judul 'Bayi Mungil Pembantu Dokter Memotong Tali Pusar', video Perry ini dilihat lebih dari 750 ribu orang.

Banyaknya pengunjung Youtube yang melihat video tersebut, menarik perhatian Google yang menawarkan pemasangan iklan di awal video tersebut. Kini Perry bisa mengumpulkan US$ 1.000-1.500 per bulan dari Google Adsense.

Cara lain meraih uang dari hasil rekaman video adalah dengan mendaftar gratis pada Youtube Partner Program. Dengan menjadi anggota Anda serasa memiliki saluran video tersendiri di situs Youtube.

7. Mengumpulkan bersama pekerjaan sampingan

Bagi mereka yang bisa memiliki akses internet, peluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan cukup besar. Bahkan mereka bisa melakukan aktivitas sesuai waktu yang ditentukan sendiri.

8. Minta kenaikan gaji

Gaji di beberapa sektor industri memang stagnan. Namun bukan tak mungkin bisa mengalami kenaikan. Khususnya jika Anda pekerja dengan kinerja terbaik.

Studi yang dibuat Towers Watson mengungkapkan, perusahaan tak ragu menaikan gaji rata-rata 4,7% pada 2013 untuk mereka yang dianggap memiliki kinerja terbaik.

Kunci untuk mendapatkan kenaikan gai adalah dengan mendokumentasikan segala hal yang bisa menunjukan kinerja terbaik Anda. Tunjukan bahwa dengan kinerja dan tingkat pendidikan, Anda telah membantu perusahaan mencetak pendapatan cukup besar.

Sebagai tambahan, penting untuk melakukan sedikit penelitian mengenai besarnya gaji yang layak Anda peroleh sesuai pendidikan, keahlian, dan pengalaman.