Translate

Selasa, 09 Desember 2014

JAM BELAJAR MASYARAKAT SEBAGAI BENTUK PERHATIAN DALAM MENYONGSONG PRESTASI BELAJAR ANAK

Disampaikan Oleh Dwi Cahyadi Wibowo, M. Pd. Pada 5 Desember 2014 di Aula Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Dalam Rangka PPL/KKM Mahasiswa STKIP Persada Khatulistiwa 26 Agustus – 6 Desember 2014.

PENDAHULUAN
Pada saat ini bangsa di dunia ini selalu terlibat dalam modernisasi dan globalisasi, dalam melaksanakan proses tersebut semua negara berkembang menempatkan aspek pendidikan pada posisi sentral, karena disadari bahwa modernisasi dan globalisasi hanya akan dapat dicapai melalui pembaharuan dan peningkatan  mutu  pendidikan.  Sorotan  utama  dunia pendidikan sekarang ini adalah masih rendahnya mutu lulusan pada setiap jenjang pendidikan. Hal  ini tampak pada rendahnya hasil nilai UAN. Masalah pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama selaku orang tua dalam keluarga, guru di sekolah dan tokoh panutan di masyarakat.
Keluarga sebagai  lembaga  pendidikan  pertama  dan  utama  dalam  mengembangkan pendidikan  dan  kepribadian  anak  agar  dapat  tumbuh  dan  berkembang  dengan  baik,  sehingga diperlukan  situasi  yang  kondusif  dalam  keluarga  tersebut.  Keluarga  yang  utuh  dan  harmonis akan  membuat  anak  merasa  nyaman,  senang  dan  betah  di  rumah  untuk  belajar,  termasuk didukung  adanya  fasilitas  belajar  yang  memadai  seperti  ruang  belajar  yang  cukup,  buku-buku dan  juga  sarana  lain  yang  dibutuhkan  dalam  belajar.  Semua  itu  tidak  terlepas  dari  peran  aktif perhatian orang tua yang bertanggung jawab untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar anak agar dapat mencapai prestasi belajar  yang tinggi. Perhatian orang tua sangat diperlukan dalam pendampingan belajar anak, sebab orang tua perlu memahami sejauh mana proses belajar anak berlangsung.
Jam  wajib  belajar  masyarakat  adalah  salah  satu  program  untuk  menciptakan  kondisi lingkungan  yang  aman,  nyaman,  tertib  dan  teratur  untuk  kegiatan  belajar  anak  di  rumah.  Jam  wajib  belajar  masyarakat  sudah sering disosialisasikan karena telah dijadikan program di hampir setiap provinsi. Hasil penelitian Salamah (2008) menemukan bahwa (1) ada peranan yang positif antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar yaitu semakin baik perhatian orang tua semakin tinggi prestasi  belajar  anak, besar sumbangan efektif perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah 34,654%, (2)  ada  peranan  positif  antara  jam  belajar  masyarakat  dengan  prestasi belajar  anak yaitu semakin  baik  pelaksanaan  program  jam  belajar masyarakat semakin tinggi prestasi belajar anak, besar sumbangan efektif pelaksanaan jam belajar masyarakat terhadap prestasi belajar siswa adalah 5,711% (3) ada peranan positif antara perhatian orang tua dan jam belajar masyarakat terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhatian orang tua dan jam belajar masyarakat akan membantu dalam upaya meningkatkan prestasi belajar anak.

PEMBAHASAN
PERHATIAN ORANG TUA
Sumadi Suryabrata (2000) mengatakan bahwa perhatian merupakan pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek, juga banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu aktivitas yang dilakukan. Perhatian orang tua memiliki berbagai bentuk perhatian yang dapat diberikan kepada anak. Diantaranya perhatian  orang  tua  terhadap  masalah  belajar  anak  meliputi:  (1)  perhatian  dalam menyediakan  fasilitas  sarana  dan  prasarana  untuk  belajar,  (2)  perhatian  dalam  belajar,  yaitu bentuk  nasihat  yang  diberikan  orang  tua,  (3)  perhatian  dalam  masalah  belajar yaitu segala bentuk  kesulitan  dalam  belajar, bagaimana  orang  tua  membantu  dalam mengatasi  kesulitan belajar, (4) perhatian masalah gizi, yaitu perhatian yang berkaitan dengan masalah gizi makanan anak  supaya  sehat,  (5)  anjuran  dan  larangan,  yaitu  perhatian yang  mendukung pelaksanaan kegiatan belajar anak (Kartono,  2004: 111-115). Sedangkan di dalam  belajar, perhatian yang  akan  mempengaruhi  keaktifan  jiwa  yang  terdiri  dari  berbagai  unsur  antara  lain  unsur kognitif, unsur afektif dan unsur konatif.

JAM WAJIB BELAJAR MASYARAKAT
Jam  belajar  masyarakat  adalah  upaya  untuk  menumbuhkembangkan  budaya  belajar dengan menciptakan suatu kondisi lingkungan yang ideal yang dapat mendorong proses belajar mengajar anak  sebagai  warga  masyarakat  desa/kota  dan  dapat  berlangsung   dalam   suasana aman, nyaman, tertib dan menyenangkan. Maksud jam belajar masyarakat  adalah  untuk  menerobos  dan  mencari  model  serta  metode kemampuan yang pada saatnya nanti masyarakat sendiri peduli dengan lingkungan menjadi tertib, teratur, aman  dan  nyaman  dalam  belajar,  serta  meningkatkan  kepedulian  setiap  warga  masyarakat terhadap kegiatan belajar anak di rumahnya masing-masing.
Tujuan jam belajar masyarakat sebagai gerakan dan salah satu model umpan terobosan  yang  simpatik  untuk  menciptakan  kondisi  lingkungan  yang  tertib,  aman,  nyaman sehingga  menghasilkan  sumber  daya  manusia  yang  berkualitas.  Penetapan  waktu jam belajar masyarakat  minimal  2  jam  setiap  hari.  Penetapan  waktu  di  masing-masing daerah kabupaten/kota agar diatur lebih lanjut oleh Bupati/Walikota dengan memperhatikan situasi dan kondisi masing-masing kabupaten/kota.
Indikator keberhasilan jam belajar masyarakat adalah sebagai berikut:
(a) Keamanan,  ketertiban  dan  kenyamanan,  indikatornya  adalah  meningkatnya  kesadaran masyarakat dalam menggunakan waktu untuk kegiatan belajar secara efektif, meningkatnya. kesadaran  masyarakat  dalam  mematuhi  dan  melaksanakan  kesepakatan  warga  tentang  jam belajar masyarakat, adanya kenyamanan warga dalam kegiatan belajar.
(b)  Kepedulian  orang  tua  terhadap  kebutuhan  belajar  anak,  yaitu  mengingatkan  anak  agar belajar,  tidak  memberikan  pekerjaan  selama  belajar,  menunggu  anak  selama  belajar, tersedianya sarana dan prasarana belajar. (c)  Kedisiplinan  belajar,  indikatornya  adalah  meningkatnya  kegiatan  belajar  anak  setiap  hari, telah  dipatuhi  jam  belajar  masyarakat  untuk  kegiatan  belajar  tiap  hari,  penggunaan  waktu telah diatur secara efektif dan efisien. d)  Prestasi  belajar, indikatornya adalah meningkatnya prestasi belajar sekolah anak-anak secara umum  baik  nilai  ulangan  harian,  semesteran  maupun  ujian  akhir,  meningkatnya pengetahuan warga masyarakat di segata bidang ilmu.

PRESTASI BELAJAR
Prestasi belajar adalah hasil konkret kecakapan atau keberhasilan atau kinerja yang sukses dari suatu kegiatan yang dicapai baik secara individu maupun secara kelompok sehingga terjadi perubahan tingkah laku sesuai dengan kompetensi belajarnya pada saat atau periode tertentu yang dapat dilihat dari nilai yang diberikan oleh guru. Salamah (2008) menyatakan bahwa prestasi belajar anak adalah kenyataan kecakapan yang dapat diukur dengan alat pengukur  yaitu tes. Faktor-faktor yang mempengaruhi  prestasi belajar adalah aspek-aspek (1) pribadi siswa, meliputi intelegensi, daya kreativitas,  motivasi,    minat,   dan   lain-Iain,  (2)  pribadi  guru  :  sifat  kepribadian,  daya kreativitas,  motivasi  kerja  dan  lain-lain,  (3)  struktur  jaringan  hubungan  sosial:  sistem  sosial,  status  sosial  siswa,  interaksi  sosial,  suasana  kelas  dan  lain-lain,  (4)  sekolah  sebagai  institusi pendidikan:  kedisiplinan  sekolah,  aturan-aturan  lain,  jadwal  dan  Iain-Iain,  (5)  faktor-faktor situasional : keadaan sosial ekonomi, sosial politik dan Iain-Iain.
Slameto (dalam Wibowo, 2013) juga berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.
1.      Faktor Intern
Dalam faktor intern ada 3 hal, yaitu:
a.       Faktor Jasmaniah
Faktor jasmaniah dibagi menjadi dua, yaitu:
1)      Kesehatan. Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya/bebas dari penyakit.
2)      Cacat tubuh, yakni sesuatu yang menyebabkan kurang baik/kurang sempurna mengenai tubuh/badan.
b.      Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi belajar antara lain inteligensi, perhatian, minat, bakat, kematangan, kecakapan, sikap, kebiasaan, motivasi, disiplin dan partisipasi.
c.       Faktor Kelelahan
Kelelahan bisa berupa kelelahan jasmani maupun kelelahan rohani. Untuk siswa dapat belajar dengan baik sehingga hasil atau prestasinya memuaskan, harus dihindari jangan sampai terjadi kelelahan dalam belajarnya.
2.      Faktor Ekstern
Faktor ekstern juga dibagi menjadi tiga faktor, yaitu:
a.       Faktor Keluarga
Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.
b.      Faktor Sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.
c.       Faktor Masyarakat
Pengaruh ini terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat. Kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat, yang semuanya mempengaruhi belajar.
Berdasarkan uraian, prestasi belajar merupakan sesuatu yang kompleks sehingga faktor-faktor yang mempengaruhinya juga sangat kompleks, mulai dari diri sendiri sampai pada keluarga, sekolah, masyarakat. Ke semuanya saling mempengaruhi prestasi belajar seorang siswa. Karena itu, kerjasama dan pengertian antara siswa, sekolah, orang tua maupun masyarakat sangat mendukung prestasi belajar siswa secara keseluruhan.

PENUTUP
Dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1.      Ada  korelasi  yang  positif  perhatian  orang  tua  terhadap  prestasi  belajar  anak. Sehingga orang tua wajib memberikan perhatian untuk anak-anaknya jika menginginkan anak-anaknya menjadi orang sukses.
2.      Ada korelasi yang positif pelaksanaan jam belajar masyarakat terhadap prestasi belajar anak. Sehingga orang tua (masyarakat) wajib memberikan dukungan kepada pemerintah terhadap kebijakan jam wajib belajar yang dikeluarkan dengan menerapkannya di dalam keluarga.
3.      Ada korelasi yang positif dan sangat signifikan antara perhatian orang tua dan pelaksanaan jam  belajar  masyarakat  dengan  prestasi  belajar  anak. Sehingga perhatian orang tua dan pelaksanaan jam wajib belajar masyarakat penting untuk dilakukan untuk tercapainya kondisi yang lebih baik di dalam masyarakat terutama untuk perkembangan dan prestasi belajar anak.

DAFTAR PUSTAKA
Kartono, Kartini. 2004. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Rineka Cipta.
Salamah. 2008. Jam Belajar Masyarakat dan Prestasi Belajar Anak (Studi Korelasional di Desa Panjangrejo, Bantul, Yogyakarta). Jurnal Wades Vol. 5 (2008). www.upy.ac.id/digilib/journal/salamah/17_JAM_BELAJAR_MASYARAKAT.pdf. Diunduh Tanggal 28 November 2014.
Suryabrata, Sumadi. 2000. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Wibowo, Dwi Cahyadi. 2013. Pengaruh Implementasi Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Prestasi Belajar Matematika Dengan Kovariabel Inteligensi dan Kemampuan Numerik Pada Siswa Kelas V SDN 05 Pontianak Kota. Tesis. (Tidak Diterbitkan). Singaraja: Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.


dapat diunduh di http://www.4shared.com/file/_Jcv56yGba/JAM_BELAJAR_MASYARAKAT_SEBAGAI.html?

http://www.4shared.com/file/F5raVUZDba/JAM_BELAJAR_MASYARAKAT_DAN_PRE.html?

Senin, 09 Juni 2014

Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas satu dan enam berdasarkan kurikulum 2013

Sapuri, dkk 

1.      RPP TEMATIK
Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum ktsp yaitu  perencanaan pelaksanaan pembelajaran pada pemebelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas satu sekolah dasar menggunakan RPP Tematik.
Kelebihannya : Menurut Kunandar (2007) pembelajaran tematik memiliki kelebihan yaitu :
  1. Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik.
  2. Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
  3. Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
  4. Mengembangkan keterampilan berfikir anak didik sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
  5. Menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama.
  6. Memiliki sikap toleransi komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
  7. Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi dalam lingkungan peserta didik.
Selain memiliki kelebihan pembelajaran tematik juga memilki kelemahan, adapun kelemahan pembelajaran tematik terjadi jika dilakukan oleh guru tunggal, Misalnya seorang guru kelas kurang menguasai secara mendalam penjabaran tema


sehingga pembelajaran tematik akan merasa sulit untuk mengaitkan tema dengan materi pokok setiap mata pelajaran.
Kemudian untuk kelas enam sekolah dasar menggunakan RPP berkarakter yaitu adanya penambahan pada kegiatan inti yang terdiri dari,eksplorasi(membangun pengetahuan siswa), elaborasi(kegiatan inti, penekanan terhadap siswa untuk menjawab pertanyaan), dan konfirmasi( feedback guru terhadap siswa).

2.     Media Pembelajaran
Kelas satu sering menggunakan media gambar yang bertujuan untuk menarik perhatian siswa dalam membaca sebuah huruf. Keempat keterampilan berbahasa tersebut sering di laksanakan dengan menggunakan media gambar.
            Media gambar ini sangat sering di gunakan oleh para guru untuk kelas rendah dan kelas tinggi karena pelaksanaannya lebih praktis dan siswa juga mudah untuk memahaminya.
            Untuk kelas enam juga menggunakan media gambar pada pembelajaran bahasa Indonesia misalnya tentang “bencana banjir” dimana disitu terdapat sebuah isi wacana beserta gambar bencana banjir yang mengiringi sebuah wacana tersebut. Tujuannya agar lebih menarik perhatian dan pemahaman siswa dalam membaca.

3.      Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yang sering di terapkan pada kelas satu untuk peermulaan pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan metode eja. Di mulai dengan mengeja huruf abjad setelah siswa mengerti kemudian di ajak mengeja  Misalnya nama orang “ Budi”. Kemudian kita mengeja setiap huruf tersebut kemudian menyuruh sisiwa untuk mengikutinya sampai siswa paham dan mengerti. Selain itu metode global:
Langkah-langkah penerapan metode global adalah sebagai berikut:
1) Siswa membaca kalimat dengan bantuan gambar. Jika sudah lancar, siswa membaca tanpa bantuan gambar, misalnya:
Ini nani
2) Menguraikan kalimat dengan kata-kata: /ini/ /nani/
3) Menguraikan kata-kata menjadi suku kata: i – ni na – ni
4) Menguraikan suku kata menjadi huruf-huruf, misalnya: i – n – i - n – a – n – i

Kelas enam metode pembelajaran yang sering di gunakan untuk pembelajaran bahasa indonesia adalah metode ceramah, , kemudian metode tanya jawab.


4.     Kelebihan & Kekurangan Metode Ceramah dalam Pembelajaran
A. Kelebihan Metode Ceramah
1.      Dapat menampung kelas besar, tiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan, dan karenanya biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah.
2.      Konsep yang disajikan secara hirarki akan memberikan fasilitas belajar kepada siswa.
3.      Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting hingga waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin.
4.      Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat terlaksananya pelajaran dengan ceramah.
B. Kekurangan Metode Ceramah
1.      Pelajaran berjalan membosankan dan siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak berkesempatan untuk menemukan sendiri oleh konsep yang diajarkan. Sisawa hanya aktif membuat catatan saja.
2.      Kepadatan konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
3.      Pengetahuan yang diperoleh melaui ceramah lebih cepat terlupakan.
4.      Ceramah menyebabkan belajar siswa menjadi “Belajar Menghafal” yang tidak mengakibatkan timbulnya pengertian.




5.     penilaian
a.      Kurikulum 2013
                 Standar penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
b. Ktsp(2006)
     Penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan( KOGNITIF) dan berbasis pada tes.


Dapat didownload di 

Jumat, 06 Juni 2014

KRITERIA PEMILIHAN BAHAN PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MEMBACA

Surti Marlina, dkk

A.            Kriteria Pemilihan Bahan Pembelajaran Membaca          
Untuk mencapai hasil yang memuaskan dalam penyajian pembelajaranmembaca, guru sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:
 (1) Pemeriksaan awal.
 (2) Persiapan lingkungan.
 (3) Persiapan siswa.
 (4) Penyajian bahanpengajaran.
Broghton 1978:211 dalam Tarigan 1978:12 – 13 menyebutkan adabeberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan bahan pembelajaranmembaca.
a.       Sesuai dengan atau dapat menunujang tercapainya tujuan pembelajaran
b.      Sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa padaumumnya.
c.       Terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan.
d.      Mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual.
Materi dan bahan pembelajaran membaca ditetapkan dengan mengacu padatujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Bahan pembelajaran yang diberikanbermakna bagi para siswa, dan merupakan bahan yang betul-betul penting,baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajaribahan berikutnya.


B.     Hakikat media
1.      Pengertian Media
Media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara. Dalam bahasa arab, media adalah perantara. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Banyak batasan yang di berikan orang tentang media. Dalam pembelajaran, media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang  pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Berdasarkan uraian tentang pengertian media tersebut, dapat disimpulkan bahwa media adalah suatu perantara yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna.
2.      Ciri- ciri Media
Media memiliki ciri-ciri yang dapat dideteksi khususnya dalam penggunaan proses pembelajaran. Gerlach dan Ely (1971) (dalam Azhar Arsyad, 2011:12-14) mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu (atau kurang efisien) melakukannya.
a)             Ciri Fiksatif. Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa atau objek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape, audio tape, disket komputer, dan film.
b)             Ciri Manipulatif. Transformasi suatu kejadian atau objek memungkinkan karena media memilki cara manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari- hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar. 
c)             Ciri Distributif. Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruangan dan secara bersama kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pangalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Sekali informasi direkam dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kalipun dan siap digunakan secara bersamaan diberbagai tempat atau digunakan sebagai tempat atau digunakan secara berulang-ulang di suatu tempat.
3.             Fungsi Media
Fungsi media adalah salah satu alat perantara yang dapat membatu siswa dalam memahami suatu yang sedang dipelajarinya. Dengan kata lain, media salah satu alat yang dapat mempermudah pemahamannya terhadap materi yang baru dipelajarinya.  Kemp dan Dayton (dalam Azhar Arsyd, 2011: 19) mengemukakan tiga fungsi media, yaitu (1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi. Untuk memotivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan. Hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan meransang para siswa atau pendengar untuk bertindak (bertanggung jawab, melayani secara suka rela, atau memberikan sumbangan material). Pencapaian tujuan ini akan mempengaruhi sikap, nilai, dan emosi. Untuk tujuan informasi, media pembelajaran dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi dihadapkan sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajian bersifat umum, berfungsi sebagai pengantar, ringkasan laporan, atau pengetahuan latar belakang. Penyajian dapat pula berbentuk hiburan, drama, atau teknik motivasi.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi media adalah alat perantara yang dapat membatu siswa dalam memahami suatu yang sedang dipelajarinya agar dapat dipahami dengan baik dan memberi dampak pada pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan.
4.             Jenis- jenis Media Pembelajaran
Salah satu kriteria yang sebaiknya digunakan dalam pemilihan media adalah dukungan terhadap isi bahan pelajaran dan kemudahan perolehannya. Apabila media yang sesuai belum tersedia naka guru berupaya pada bagian ini akan diuraikan teknik pengembangan media sederhana yang dapat dikerjakan sendiri oleh guru. Media tersebut meliputi media berbasis visual (yang meliputi gambar, chart, grafik, transparansi, dan  slide), media berbasis audio-visual (video dan audio-tape), dan media berbasis komputer  (komputer dan video interaktif) Azhar (2011:106).
1.        Media berbasis Visual
Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, ganbar/ ilustrasi, sketsa/ gambar garis, grafik, bagan, chart,  dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Foto menghadirkan ilustrasi melalui gambar hampir menyamai kenyataan dari sesuatu objek atau situasi. Sementara itu, grafik merupakan refresentasi simbolis dan artistik sesuatu objek atau situasi.
        Keberhasilan penggunaaan media berbasis visual ditentukan oleh kualitas dan efektifitas bahan-bahan visual dan grafik itu. Hal ini dapat dicapai dengan mengatur dan mengorganisasikan gagasan-gagasan yang timbul, merencanakan dengan sesama dan menggunakan teknik-teknik visualisasi objek, konsep, informasi, atau situasi. Meskipun rancang media pembelajaran bukan seorang pelukis dengan latar belakang profesional, ia sebaiknya mengetahui beberapa prinsip dasar dan penuntun dalam rangka memenuhi kebutuhan penggunaan media berbasis visual.
        Jika mengamati bahan- bahan grafis, lembar, dan lain-lain. Yang ada disekitar kita, seperti majalah, iklan-iklan, papan informasi, kita akan menemukan gagasan untuk merancang bahan visual yang menyangkut penataan elemen-elemen itu harus dapat menampilkan visual yang dapat dimengerti, terang/ dapat dibaca, dan dapat menarik perhatian sehingga ia mampu menyampaikan pesan yang diinginkan oleh penggunaannya. Dalam proses penataan itu, haruis diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, sdan keseimbangan. Unsur- unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, terkstur, dan warna. 
2.      Media Berbasis Audio- Visual
Media audio dan audio- visual merupakan betuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape  dan peralatan seperti tape recorder, hampir tidak diperlukan lagi biaya tambahan karena tape dapat dihapus setelah digunakan dan pesan baru dapat direkam kembali. Disamping itu, tersedia pula materi audio yang dapat digunakan dan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Audio dapat menampilkan pesan yang memotivasi. Audio tape recorder juga dapat dibawa kemana- mana, dan karena tape recorder dapat menggunakan baterai, maka ia dapat digunakan di lapangan atau di tempat-tempat yang tak terjangkau oleh listrik. Kaset tape ausio dapat pula dimanfaatkan untuk pelajaran dan tugas di rumah. Ini dimungkinkan hampir semua siswa memiliki radio tape.
Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan untuk :
a.          Mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengar;
b.         Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat- pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi;
c.          Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa;
d.         Menyiapkan variasi yang menarik dan perubaan- perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan atau sesuatu masalah.
3.      Media Berbasis Komputer
Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran dikenal dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer (Computer/ assisted Instruction/ CAI, atau computer assisted learning- CAL bisa berbentuk tutorial, dritlls and practice, simulasi dan permainan. Program pembelajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau intrukstur. Informasi atau pesan berupa suatu konsep disajikan dilayar di komputer dengan teks, gambar, atau grafik. Pada saat yang tepat – siswa diperkirakan telah membaca, menginterpretasi, dan menyerap konsep itu, suatu pertanyaan atau soal diajukan. Jika jawaban siswa benar, komputer akan melanjutkan penyajian informasi atau konsep berikutnya jika jawaban salah, komputer dapat kembali ke informasi konsep sebelumnya atau pindah dari salah satu dari beberapa penyajian informasi konsep remedial. Perpindahan kesalah satu konsep remedial ditentukan oleh jenis kesalahan yang dibuat oleh siswa.
4.      Multi Media Berbasis Komputer dan Inter- Active Video
Multimedia adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi. Penggabungan ini merupakan suatu kesatuan yang secara bersama- sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran. Konsep penggabungan ini dengan sendirinya memerlukan beberapa jenis perlatan perangkat keras yang masing- masing tetap menjalankan fungsi utamanya sebagaimana biasanya, dan komputer merupakan pengedali seluruh peralatan itu. Jenis peralatan itu adalah komputer, video kamera, video cassette recorder (VCR), overhead projektor, multivision (atau sejenisnya), CD player, compact disc. CD player, yan gsebelumnya merupakan peralatan tambahan komputer, sekarang sudah menjadi bagian unit komputer tertentu. Kesemua peralatan itu haruslah kompak dan bekerja sama dalam menyampaikan informasi kepada pemakainya. Informasi yang disajikan melalui multi media ini berbentuk dokumen yang hidup, dapat dilihat di layar monitor atau ketika diproyeksikan ke layar lebar melalui overhead projector, dapat didengar suaranya, dilihat gerakkannya.
Multi media bertujuan untuk menyajikan infprmasi dalam bentuk yang menyenangkan, menarik, mudah dimengerti, dan jelas. Informasi akan mudah dimengerti karena sebanyak mungkin indra, terutama telinga dan mata, digunakan untuk menyerap informasi itu. Kemampuan teknologi elektronika semakin besar. Bentuk informasi grafis, video, animasi, diagram, suara, dan lain- lain dengan mudah dihasilkan dengan mutu yang cukup baik. Multi media berbasis kompuetr ini sangat menjanjikan untuk penggunaannya dalam bidang pendidikan.  Meskipun saat ini penggunaan media ini masih dianggap mahal, dalam beberapa tahun mendatang biaya itu akan semakin rendah dan dapat terjangkau sehingga dapat digunakan secara luas di beberbagai jenjang sekolah.

C.    Media dan Strategi Pembelajaran Membaca        
Media pembelajaran pada dasarnya merupakan alat bantu yang dapat mempermudah pembelajaran. Dalam pembelajaran membaca, media pembelajaran dapat berupa teks bacaan sastra maupun non sastra. Fungsi media tersebut adalah untuk memperjelas pemahaman siswa dalam memahami informasi yang dibaca, maka fungsi media dalam pembelajaran membaca sangatlah penting. Dengan menggunakan media siswa akan tertarik dan mudah dalam memahami informasi. Berkaitan dengan penjelasan di atas, berikut dikemukakan beberapa prinsip yang dapat digunakan untuk memilih dan menentukan media pembelajaran membaca. Menurut Sumadi  mengatakan prinsip untuk menentukan media dalam bahasa adalah sebagai berikut:
1.    Fungsional ,artinya cocok dengan tujuan pembelajaran yang dilakukan dan benar-benar menunjang ketercapaian tersebut.
2.    Tersedia, artinya media yang akan digunakan ada dan sudah disiapkan.
3.    Murah, artinya media yang digunakan tidak harus mahal tetapi terjangkaudan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
4.    Menarik, artinya media yang digunakan adalah media menarik dan sesuaidengan kebutuhan siswa. Setidaknya ada beberapa kriteria untukmenentukan media yang menarik bagi siswa yaitu: 1) sesuai dengankebutuhan siswa, 2) sesuai dengan dunia siswa, 3) baru, dan 4) menantang.
Pada dasarnya pembelajaran membaca disampaikan dengan menggunakan media berupa teks ataupun bacaan.
Adapun strategi pembelajaran membaca yang dapat digunakan antara lain adalah:
1.    Strategi pembelajaran membaca nyaring
Strategi ini bertujuan agar siswa mampu melatih kemampuannya dalam mengenali bentuk bunyi dan huruf bahasa Arab, ketepatan intonasi ataupun irama dan kelancaran dalam membaca. Langkah-langkah yang bisa digunakan adalah:
a.    Guru memulai pelajaran dengan memberikan contoh qira’ah jahriyah dengan benar. Guru dimungkinkan membacakan teks dan diikuti oleh siswa dengan melihat teks. Siswa menirukan bacaan guru.
b.    Sebaiknya teks yang disajikan pendek serta mudah dipahami siswa, sehingga fokus hanya untuk mengucapkan dan tidak pindah untuk berfikir tentang makna.
c.    Tersedianya waktu yang cukup untuk melatih siswa mendengarkan teks, setelah selesai kemudian mereka diminta untuk membaca teks dengan keras.
d.   Melatih siswa membaca dengan cara bersama-sama dan juga individu. Saat siswa membaca secara individu guru harus aktif untuk mendorong siswanya membaca dengan cepat tidak membaca kata perkata atau sering berhenti dalam setiap baris.
e.    Guru mencatat kesalahan-kesalahan yang terjadi baik berkaitan dengan bunyi maupun pengucapan. Berdasarkan catatan tersebut guru bisa mencari penyebab kesalahan dan mencari solusinya.
2.    Strategi pembelajaran membaca dalam hati                                                                                     
Strategi ini bertujuan agar siswa mampu melatih kemampuannya dalam memahami isi maupun makna yang terkandung di dalam teks bacaan. Langkah-langkah metode qowaid wa tarjamah yang bisa digunakan dalam pembelajaran membaca dalam hati adalah:
a.    Guru memulai pelajaran dengan membacakan teks.
b.    Kemudian guru menterjemahkan teks kebahasa siswa.
c.    Pelajaran dilanjutkan dengan penjelasan dari guru.
d.   Di akhir pelajaran siswa mengulang bacaan yang telah dipelajari.


dapat didownload di http://www.4shared.com/file/40lS0fKuba/kelompok_1_kriteria_pemilihan_.html?