Saturday, July 23, 2016

Doa-Doa Ketika Mengalami Kegundahan, Kegalauan, dan Kesedihan

Sesungguhnya seorang hamba dalam hidup ini terkadang mengalami penderitaan dan kesusahan yang bermacam-macam. Terkadang datang berbagai hal yang melukai hatinya, menyakitkan jiwanya, menimbulkan kerisauan dan kesempitan. Apabila kepedihan yang menimpa hati ini terkait dengan kejadian yang sudah lewat maka itulah yang dinamakan Huzn (kesedihan). Apabila terkait dengan sesuatu yang belum terjadi maka disebut Gamm(kegalauan). Dan apabila terkait dengan keberadaan manusia dan kehadirannya maka disebut Hamm (kegundahan).

Ketiga perkara ini; kesedihan, kegundahan, dan kegalauan hanyalah bisa hilang bila hati kembali dengan jujur kepada Allah, merendahkan diri sepenuhnya di hadapan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya, menyerahkan semua urusan kepada-Nya, beriman dengan ketentuan dan takdir-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, beriman dengan Kitab-Nya (Al-Qur’an) dan berusaha membaca Al-Qur’an, merenungkan maknanya, serta mengamalkan isi kandungannya. Hanyalah dengan perkara ini kesedihan dan kegundahan akan sirna, dada akan terasa lapang, dan kebahagiaan akan terwujud.

Di dalam Musnad Imam Ahmad, terdapat sebuah hadits yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban, dari Abullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا قَالَ عَبْدٌ قَطّ إِذَا أَصَابَهُ هَمٌّ أَوْ حُزْنٌ :” اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَبْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاءُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَ نُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ” إِلَّا أَذْهَبَ اللهُ هَمَّهُ وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرْحًا. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، يَنْبَغِيْ لَنَا أَنْ نَتَعَلَّمَ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ قَالَ: أَجَلْ، يَنْبَغِيْ لِمَنْ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ،

“Tidaklah seorang hamba ketika mengalami kegundahan atau kesedihan mengucapakan, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki dan anak dari hamba-Mu yang perempuan. Ubun-ubunkan ada di tangan-Mu. ketetapan-Mu telah berlalu padaku, ketentuan-Mu sudah adil pada diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau namakan untuk diri-Mu, atau Engkau turunkan di dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu. Jadikanlah al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap kesedihanku dan penghilang kegundahanku,” melainkan Allah ‘Azza wa Jalla pasti menghilangkan kegundahan hatinya dan menggantikan kesedihannya dengan kesenangan. Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sudah seharusnya kami mempelajari kalimat-kalimat (doa) ini.” Rasulullah menjawab, “Tentu, sudah seharusnya bagi orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya.”

Ini adalah doa agung yang sepantasnya dipelajari oleh setiap muslim dan bersemangat mengucapkannya saat mengalami kesedihan, kegundahan, ataupun kegalauan. Hendaklah setiap muslim mengetahui bahwa doa ini hanya akan bermanfaat bila dia memahami artinya, merealisasikan maksudnya, dan mengamalkan isi kandungannya. Adapun sekedar berdoa dengan doa dan zikir yang diajarkan Nabi tanpa memahami maknanya dan tanpa merealisasikan maksudnya maka pengaruh doa itu sangatlah sedikit dan tidak ada faidahnya sama sekali.

Bila kita renungkan doa ini kita akan menemukan bahwa doa ini mengandung empat pokok yang agung. Tidak ada jalan bagi seorang hamba untuk mendapatkan kebahagiaan, menghilangkan kegundahan, kegalauan, dan kesedihan kecuali dengan mendatangkan dan merealisasikan keempat pokok ini.

Adapun pokok pertama adalah merealisasikan ibadah untuk Allah, merendahkan diri sepenuhnya di hadapan Allah, tunduk kepada-Nya, menyadari bahwa dirinya adalah makhluk Allah, dia beserta ibu bapaknya berada di bawah kekuasaan Allah, mulai dari kedua orang tua kandungnya sampai kakek buyutnya yang pertama yaitu nabi Adam dan Hawa. Karena itu beliau (Rasulullah) bersabda,

اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَبْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ،

“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki dan anak dari hamba-Mu yang perempuan.”

Semuanya berada di bawah kekuasaan Allah. Allah adalah Pencipta mereka semuanya, Rabb mereka, Tuan mereka, Pengatur urusan-urusan mereka. Mereka tidak bisa lepas sedikitpun dari Allah walaupun hanya sekejap mata. Tidak ada bagi mereka tempat memohon perlindungan dan tidak ada yang dapat melindungi mereka selain Allah. Konsekuesi dari hal tersebut adalah kewajiban hamba untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menghinakan diri di hadapan-Nya, tunduk kepada-Nya, merendahkan diri, bertaubat, melaksanakan semua perintah-Nya, meninggalkan semua larangan-Nya, terus menerus merasa butuh kepada-Nya, bersandar kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya, bertawakkal kepada-Nya, memohon perlindungan-Nya, dan jangan pernah hatinya tertaut dengan selain-Nya dalam cinta, takut, dan harap.

Adapun pokok kedua, hendaknya seorang hamba mengimani takdir Allah. Sesungguhnya apa saja yang dikehendaki Allah pasti terjadi dan apa saja yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. Sesungguhnya tidak ada yang dapat menolak ketetapan dan takdir-Nya.

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ [فاطر: 2]

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya. Dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Fathir: 2)

Karena itu Rasulullah bersabda dalam doa ini,

نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ،

“Ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketetapan-Mu telah berlalu padaku.”

Ubun-ubun seorang hamba, yaitu kepalanya bagian depan berada di Tangan Allah, Allah memalingkannya kemanapun Dia kehendaki dan mengaturnya bagaimanapun Dia inginkan. Tidak ada yang dapat melawan ketetapan-Nya dan tidak ada yang dapat menolak takdir-Nya. Kehidupan seorang hamba dan kematiannya, kebahagiaan dan kesengsaraannya, keselamatan maupun kecelakaannya, semuanya terserah Allah, tidak ada sedikipun bagian hamba di dalamnya.

Apabila seorang hamba mengimani bahwa ubun-ubunnya beserta ubun-ubun seluruh makhluk berada di Tangan Allah dan Allahlah yang berkuasa memalingkannya kemana saja Dia kehendaki, maka hamba tersebut tidak akan takut dan tidak akan berharap kepada makhluk setelah itu. Bila sudah seperti ini, maka tauhidnya, tawakkal, dan penghambaan dirinya kepada Allah menjadi lurus. Oleh karena itu Nabi Hud ‘Alaihissalam berkata kepada kaumnya,

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ [هود: 56]

“Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Rabbku dan Rabbmu. tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)

Sabda beliau, (مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ) “Ketetapan-Mu telah berlalu padaku.” Dalam kalimat ini terkandung dua ketetapan, yaitu ketetapan syar’i (agama) dan ketetapan kauny (takdir). Kedua ketetapan ini telah ditetapkan pada diri seseorang, entah dia mau atau tidak. Namun seorang hamba tidak akan mampu menolak ketetapan takdir. Adapun ketetapan syar’i, terkadang seorang hamba menyelisihinya, sehingga dia mendapat siksa akibat keingkarannya itu.

Sabda beliau, (عَدْلٌ فِيَّ قَضَاءُكَ) “Ketentuan-Mu sudah adil pada diriku.” Kalimat ini mencakup semua ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hamba-Nya dalam setiap sisi; sehat maupun sakitnya, kaya dan miskinnya, suka dan dukanya, hidup dan matinya, sengsara dan bahagianya, dan lain-lain. Semua ketentuan Allah pada diri seorang hamba adalah adil,

وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ [فصلت: 46]

“Dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.” (Fusshilat: 46)

Pokok ketiga, hendaklah seorang hamba mengimani nama-nama Allah yang indah dan sifat-sifat Allah yang agung yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun Sunnah, serta bertawassul dengan nama-nama dan sifat Allah tersebut. Sebagaiman firman Allah,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [الأعرف: 180]

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna (nama-nama yang terbaik dan indah), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-A’raf: 180)

Allah Ta’ala juga berfirman,

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى [الإسراء: 110]

“Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Asma-ul Husna.” (Al-Isra’: 110)

Bagi seorang hamba, setiap kali bertambah pengenalannya kepada Allah beserta nama-nama dan sifat-sifat-Nya maka akan bertambah pula rasa takutnya kepada Allah. Dia akan semakin dekat dengan Allah, dan dia akan semakin jauh dari maksiat dan perbuatan yang mengundang kemurkaan Allah. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian salaf,

مَنْ كَانَ بِاللهِ أَعْرَفَ كَانَ مِنْهُ أَخْوَفَ،

“Barangsiapa yang lebih tahu tentang Allah, maka dialah orang yang lebih takut kepada-Nya.”

Oleh karena itu, perkara paling besar untuk mengusir kegundahan, kesedihan, dan kegalauan adalah ma’rifat kepada Allah (mengenal Allah dengan nama dan sifat-sifat-Nya). Maka hendaklah seorang hamba mengisi hatinya dengan mengenal Allah, serta bertawassul dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Karena itu Rasulullah bersabda dalam kelanjutan doa ini,

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ،

“Aku memohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau namakan untuk diri-Mu, atau Engkau turunkan di dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu.”

Kalimat ini merupakan tawassul kepada Allah menggunakan semua nama-nama-Nya, baik yang diketahui ataupun yang tidak diketahui oleh hamba tersebut. Dan ini merupakan wasilah yang paling disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pokok keempat; Menjaga Al-Qur’anul Karim, kalam Allah ‘Azza wa Jalla yang tidak datang kebatilan di dalamnya baik dari depan maupun dari belakang. Dalam Al-Qur’an terdapat petunjuk, obat, kecukupan, dan keselamatan. Setiap kali bertambah perhatian seseorang terhadap Al-Qur’an, baik dengan membacanya, menghafalnya, mengulang-ulang bacaannya, merenungkan maknanya, mengamalkan kandungannya dan menerapkannya dalam kehidupan, maka dia akan memdapatkan kebahagian, ketenteraman, kelapangan dada. Kegundahan, kegalauan, dan kesedihan akan sirna dengan itu semua. Karena itulah Rasulullah bersabda dalam doa ini,

أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَ نُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ،

“Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap kegundahanku, dan penghilang kesedihanku.”

Inilah empat pokok agung yang dapat diambil faidahnya dari doa yang agung ini. Sudah sepantasnya bagi kita semua untuk merenungkan dan merealisasikannya agar kita mendapatkan janji mulia dan keutamaan yang besar, yaitu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إلَّا أَذْهَبَ اللهُ هَمَّهُ وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرْحًا،

“Melainkan Allah ‘Azza wa Jalla pasti menghilangkan kegundahan hatinya dan menggantikan kesedihannya dengan kesenangan.”

Hanya kepada Allah kita memohon taufik dan pertolongan.

Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan metode modeling the way Kelas IV

Suhartatik, Dwi Cahyadi Wibowo, Anita Sri Rejeki Hutagaol
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Jalan Pertamina Sintang
email: dwicahyadiwibowo@yahoo.co.id

Masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN 15 SP 3 Pandan dengan penggunaan metode modeling the way pada materi pecahan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode modeling the way pada materi pecahan kelas IV SDN 15 SP 3 Pandan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus melalui empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 15 SP 3 Pandan. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, pengukuran, dan komunikasi tidak langsung, dengan alat pengumpulan data yaitu lembar observasi, soal tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa siklus I dengan rerata 70,62% (kategori cukup) dan siklus II sebesar 90,15% (kategori sangat baik) terjadi peningkatan sebesar 19,53%. (2) Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus I yaitu sebesar 84% (kategori baik) sedangkan hasil belajar pada siklus II yaitu sebesar 96% (kategori baik) sehingga terjadi peningkatan 12%. (3) Respon siswa terhadap penerapan metode modeling the way diperoleh presentase total sebesar 91,44% dengan kategori sangat kuat. Penerapan metode  modeling the way pada materi pecahan kelas IV di SDN 15 SP 3 Pandan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Hasil Belajar, Modeling The Way, Pecahan

The problem in this research is "Whether modeling the way method in fraction material can improve the students learning outcome in IV grade at SDN 15 SP 3 Pandan. The aim of this research is to determine of increasing student learning outcomes through modeling the way method of fraction material in IV grade at SDN 15 SP 3 Pandan. The approach of research is quantitative. Descriptive method is used in this research with a form of research is Classroom Action Research (CAR), which consists of two cycles, each cycle include four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects in this research is the IV grade students of SDN 15 SP 3 Pandan. Data collection techniques used are observation, measurement, and indirect communication, with data collection tools are: that observation sheets, test, and questionnaires. The results showed that: (1) Activities of student learning on first cycle is 70.62% (sufficient category) and the second cycle is 90.15% (the excellent category) the improvement is 19.53%. (2) Complete classical learning outcomes of students in the first cycle is 84% (good category), while learning outcomes in the second cycle is 96% (good category) therefore the improvement is 12%. (3) The students response to the application of modeling the way method obtained a percentage total is 91.44% with very strong category. Application of modeling the way the method in fraction material of IV grade at SDN 15 SP 3 Pandan can improve student learning outcomes.

Keywords: Learning Outcomes, Modeling the Way, Fraction

KORELASI ANTARA KECERDASAN INTRAPERSONAL DENGAN HASIL BELAJAR

Dayang Marlina, Dwi Cahyadi Wibowo, Juri         
 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Jl. Pertamina-Sengkuang-Sintang

Abstrack: This research background stills a lot of VIII class student Country Junior High School 2 Sintang gets to usufruct studyings that insufficiently satisfies. Common problem in observational it is what exist correlation among intrapersonal's intelligence by usufructs studying on civic education subject Juniors High School VIII class country 2 Sintang school years 2015 / 2016. To the effect common in observational it is subject to be know correlation among intrapersonal's intelligence by usufructs studying on civic education subject Juniors High School VIII class country 2 Sintang School years 2015/2016. Approaching that is utilized in this research is quantitative approaching by methodic descriptive. There is even that as population in observational it is VIII class student that total 318 students and samples as much 47 students. Samples taking tech utilize simple random sampling.  Tech and data collecting tool that is utilized in this research is indirect communication as kuesioner and studi documents as document. Base analisis is data, observational result can be concluded that (1) intrapersonal's intelligences VIII class students Country Junior High School 2 Sintang school years 2015/2016 as big as 74,65% (heavy duty), (2) result study VIII class students Country Junior High School 2 Sintang school years 2015/2016 gets averagely 72,97 (well), (3) available relationship which among signifikan intrapersonal's intelligence by usufructs studying on civic Education subject Juniors High School VIII class Country 2 Sintang school years 2015/2016 by >  which is 4,642>2,021.

Key word: intrapersonal's intelligence, learned result

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi masih banyaknya siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sintang memperoleh hasil belajar yang kurang memuaskan. Masalah umum dalam penelitian ini adalah apakah terdapat korelasi antara kecerdasan intrapersonal dengan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sintang tahun pelajaran 2015/2016. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara kecerdasan intrapersonal dengan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sintang Tahun Pelajaran 2015/2016. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 318 siswa dan sampel sebanyak 47 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi tidak langsung berupa kuesioner dan studi dokumentasi berupa dokumen. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) kecerdasan intrapersonal siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sintang tahun pelajaran 2015/2016 sebesar 74,65% (kuat), (2) hasil belajar siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sintang tahun pelajaran 2015/2016 memperoleh rata-rata 72,97 (baik), (3) terdapat hubungan yang signifikan yang antara kecerdasan intrapersonal dengan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sintang tahun pelajaran 2015/2016 dengan >  yaitu 4,642>2,021.

Kata Kunci: kecerdasan intrapersonal, hasil belajar

Online Journal System http://103.53.197.207/ojs/index.php/PKn/article/view/125